Kucing sebenarnya tidak butuh dimandikan sesering yang banyak orang kira. Mereka merawat bulu sendiri setiap hari dengan menjilat. Kalau kucingmu sehat dan bulunya tidak terkena zat berbahaya, mandi air penuh cukup dilakukan beberapa kali dalam setahun. Yang membuat pemilik panik biasanya bukan frekuensinya, tapi cara memandikan kucing yang benar supaya prosesnya cepat dan kucing tidak trauma.
Kapan kucing perlu dimandikan
Mandi air penuh baru diperlukan kalau ada alasan yang jelas. Kalau kucingmu hanya berdebu karena main di lantai, lap basah sudah cukup.
- Bulu terkena cairan berminyak, tumpahan dapur, atau cat.
- Kucing jatuh ke selokan atau tempat kotor.
- Kulitnya kotor karena diare atau tidak bisa menjangkau bagian tertentu.
- Kucing berbau tidak sedap meski sudah dirawat sendiri, yang bisa jadi tanda masalah kulit.
Kalau baunya muncul terus atau ada luka, keropeng, dan rambut rontok di area tertentu, itu urusan dokter hewan, bukan urusan bak mandi.
Alat yang perlu disiapkan sebelum mulai
Siapkan semuanya dulu supaya kamu tidak perlu keluar kamar mandi saat kucing sudah basah. Kucing bisa kabur begitu kamu lengah.
- Shampo khusus kucing. Shampo manusia terlalu keras untuk kulit mereka.
- Dua handuk: satu untuk mengeringkan awal, satu lagi cadangan.
- Bak atau ember dangkal, air hangat kuku sekitar 5 sampai 8 sentimeter.
- Gelas kecil atau gayung mini untuk menyiram.
- Kapas untuk menyumbat telinga.
- Sisir atau sikat bulu.
- Hadiah berupa makanan kesukaan setelah selesai.
Langkah memandikan kucing dari awal sampai kering
1. Sisir bulu sebelum basah
Bulu yang kusut akan makin kusut saat basah dan susah dibersihkan. Sisir dulu seluruh badan, terutama bagian perut dan belakang telinga. Sesi menyisir ini juga bagus untuk memeriksa apakah ada kutu, luka kecil, atau benjolan yang perlu diperhatikan.
2. Atur suhu air dan ruangan
Gunakan air hangat, bukan panas. Kulit kucing lebih sensitif daripada kulit manusia, jadi air yang terasa hangat nyaman di pergelangan tanganmu sudah cukup. Tutup pintu kamar mandi dan matikan kipas atau AC yang mengarah ke area mandi supaya kucing tidak kedinginan setelah basah.
3. Basahi badan tanpa menyiram kepala
Masukkan kucing ke bak dengan hati-hati, pegang bagian dada dan bawah perut supaya dia merasa ditopang. Siram badan bagian belakang dulu, lalu punggung, lalu perut. Hindari menyiram langsung ke kepala. Bagian kepala cukup dilap dengan handuk basah.
4. Beri shampo dan pijat pelan
Tuang shampo secukupnya, lalu pijat dengan gerakan melingkar mengikuti arah bulu. Fokus di area yang paling kotor: kaki, perut, dan sekitar anus. Jangan menggosok terlalu keras. Kalau ada kerak atau kotoran yang sudah mengering, diamkan shampo sebentar sebelum dibilas.
5. Bilas sampai benar-benar bersih
Sisa shampo di bulu bisa membuat kucing gatal dan menjilat berlebihan. Bilas dengan air hangat sampai air yang keluar sudah bening dan tidak ada busa. Untuk kucing berbulu tebal, kamu mungkin perlu membilas dua sampai tiga kali.
6. Keringkan dengan handuk, bukan hair dryer
Angkat kucing, bungkus dengan handuk, dan tekan-tekan untuk menyerap air. Jangan digosok kuat karena bisa membuat bulu kusut. Kalau kucingmu terbiasa dengan suara berisik, hair dryer setelan paling rendah boleh dipakai dengan jarak sekitar 30 sentimeter. Kalau tidak, cukup handuk dan biarkan dia menjemur diri di ruangan hangat.
Bagian tubuh yang sering terlewat
Beberapa area sering diabaikan padahal paling sering kotor.
- Lipatan antara kaki dan badan, tempat kotoran menumpuk.
- Bawah dagu, yang sering kena sisa makanan.
- Ekor bagian pangkal.
- Antara jari kaki, terutama kalau kucing sering keluar rumah.
Untuk telinga, cukup bersihkan bagian luar dengan kapas lembap. Jangan masukkan apa pun ke dalam lubang telinga.
Kalau kucing panik saat dimandikan
Ada kucing yang tetap tenang, ada yang berubah jadi buas begitu mendengar suara air. Kalau kucingmu termasuk yang kedua, jangan paksakan satu sesi penuh. Beberapa hal yang bisa dicoba:
- Mulai dari area kecil. Basahi kaki dan perut dulu, lalu berhenti dan beri hadiah. Ulangi keesokan harinya.
- Ajak kucing main di dekat bak mandi saat kering beberapa hari sebelum mandi supaya dia tidak mengasosiasikan tempat itu dengan hal buruk.
- Gunakan waslap basah sebagai pengganti air mengalir untuk bagian wajah dan telinga.
- Kalau tetap tidak bisa, gunakan shampo kering atau minta bantuan groomer.
Memaksa kucing yang ketakutan hanya membuatnya makin sulit dipegang lain kali. Kecepatan lebih baik daripada kesempurnaan.
Setelah mandi
Beri kucing ruangan hangat tanpa angin. Siapkan air minum dan makanan kesukaannya sebagai hadiah. Perhatikan perilakunya selama beberapa jam. Kalau dia terus menjilat satu bagian tubuh, mungkin ada sisa shampo atau iritasi. Kalau muncul kemerahan, gatal hebat, atau bulu rontok di area tertentu, konsultasikan dengan dokter hewan.
Mandi bukan satu-satunya cara menjaga kebersihan kucing. Menyisir bulu dua sampai tiga kali seminggu, membersihkan kotak pasir setiap hari, dan memeriksa telinga serta gigi secara rutin jauh lebih berpengaruh pada kesehatan kulit dan bulu mereka.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa kali sebaiknya kucing dimandikan?
Untuk kucing rumahan yang sehat, mandi air penuh cukup beberapa kali dalam setahun atau saat benar-benar kotor. Kucing yang sering keluar rumah atau punya masalah kulit tertentu bisa lebih sering, tapi sebaiknya tanyakan dulu ke dokter hewan karena terlalu sering dimandikan bisa mengeringkan kulit.
Bolehkah memakai shampo bayi untuk kucing?
Shampo bayi lebih lembut daripada shampo orang dewasa, tapi tetap diformulasikan untuk kulit manusia yang pH-nya berbeda. Shampo khusus kucing lebih aman karena tidak menghilangkan lapisan minyak alami kulit mereka. Kalau dalam keadaan darurat dan tidak ada pilihan lain, gunakan sedikit dan bilas sampai bersih.
Kenapa kucing menjilat bulunya terus setelah mandi?
Kucing menjilat untuk mengembalikan bau alaminya dan merapikan bulu. Kalau menjilatnya berlebihan sampai ada bagian yang botak atau kulit terlihat merah, itu bisa jadi tanda sisa shampo masih tertinggal atau kulitnya teriritasi. Bilas ulang dengan air hangat atau konsultasikan ke dokter hewan.